Pemanasan Global : Bahaya Dunia
Dalam rangka untuk lebih memahami kontroversi atas pemanasan global, penelitian masa depan harus memperhatikan pengaruh gerakan konservatif dengan mengidentifikasi peran penting dari yayasan konservatif. dalam dekade terakhir, perubahan iklim global menjadi masalah sosial yang diterima secara luas Juga disebut sebagai pemanasan global atau efek rumah kaca antropogenik, perubahan iklim global adalah peningkatan dilihat suhu global rata-rata yang dihasilkan dari pelepasan rumah kaca, gas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.
Kesadaran ancaman global ini diperkuat kekhawatiran masyarakat tentang masalah lingkungan, dalam aktivis lingkungan maka tersedia ilmuwan, dan pembuat kebijakan dengan momentum baru dalam upaya mereka untuk mempromosikan perlindungan lingkungan. Hal ini juga menjadi sebuah momentum baru bagi aktivis lingkungan, pakar ilmiah, dan otoritas kebijakan untuk mendemonstrasikan masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan.
Konstruksi kesadaran ini dilakukan dengan melegitimasi suatu fenomena lingkungan sebagai sebuah problem sosial. Masalah global warming diakui sebagai suatu masalah bersama yang secara sadar harus diselesaikan bersama pula. Isu-isu terus bermunculan yang menguatkan bahwa memang saat ini masalah global warming adalah masalah yang genting untuk segera diselesaikan. Namun kemudian muncul pihak-pihak yang menyatakan counter-claim, pernyataan itu dengan tegas mengatakan bahwa sebenarnya globawarming bukanlah suatu masalah. Pernyataan ini banyak dilontarkan oleh kaum konservatif. Pada tahun 1990-an, para ilmuwan menyatakan bahwa global warming ditandai dengan adanya lubang-lubang di lapisan ozon.
Lubang-lubang dilapisan ozon sebagai pelindung bumi dari paparan sinar ultraviolet dianggap berkorelasi dengan perubahan musim. Secara teoritis, untuk memahami permasalahan pemanasan global dengan menggunakan konsep claim dan frame. Legitimasi pemanasan global sebagai sebuah masalah. Berawal dari sebuah studi yang dilakukan oleh para tokoh ilmu sosial yang menggambarkan bagaimana kekuatan sosial dan politik mengkontruksikan pemanasan global sebagai legitimasi persoalan sosial yang memerlukan aksi untuk perbaikan atau menuju tindakan yang lebih baik.
Apabila masalah ini tidak dianggap ada saat ini dan segera diatasi, maka masalah akan tetap muncul di masa mendatang dengan dampak yang lebih besar. Hal ini sangat jelas ketika fenomena Global Warming sebelum akhir dekade 1980-an sampai awal 1990-an.
Dalam hal ini dianggap kurangnya perhatian para periset sosial terhadap usaha industri dan kelompok konservatif untuk mengkonstruksikan usaha dalam menciptakan Global Warming sebagai sesuatu yang nonproblematik. Jadi, dibutuhkan perspektif yang lebih komprehenshif, utuh, adil dalam mengkaji lebih dalam terkait dengan isu ini. Kedua pihak yang bertentangan gagasannya perlu dikaji secara mendalam dan setara. Sebagai suatu perspektif dalam meligitimasi secara konkrit., idealnya menganggap penting akan hal ini sehingga dapat diambil suatu sikap yang konkrit pula dalam menghadapi resiko yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar